Rabu, 15 Mei 2013

Belajar Trading Forex 6

Menggunakan Moving Average sebagai Dasar Menentukan Open Position

Kali ini kita akan bahas mengenai bagaimana menggunakan Moving Average sebagai dasar untuk menentukan kapan kita sebaiknya masuk (open position) dan juga kapan kita sebaiknya keluar pasar (close position).

Mengapa Moving Average? Yah, sebenarnya banyak sekali sih…  dasar analisis yang bisa kita pakai untuk pedoman dalam bertrading. Moving Average hanya salah satu dari banyak sekali indikator yang biasa digunakan dalam analisis teknikal forex. Penggunaan atau bagaimana kita menterjemahkan Moving Average-pun bisa jadi berbeda-beda antara satu trader dengan trader yang lain . Apa yang akan saya sampaikan ini hanyalah salah satu teknik memanfaatkan informasi yang kita dapat dari Moving Average.

Ok. Pertama,  kita sebaiknya paham dulu apa dan bagaimana Moving Average itu . Apa sih Moving Average? Mmm...  saya rasa, saya gak perlu deh… kasih rumus-rumus di sini… dari pada belum apa-apa sudah bikin pusing…  hihihi . Yang jelas perlu dipahami adalah: Moving Average ini menghitung nilai rata-rata bergerak dari sejumlah data tertentu. Metoda menghitung nilai rata-rata bergerak ini pun bermacam-macam cara dan formula nya sehingga kita mengenal ada metoda Simple Moving Average, Exponential Moving Average, Linear Weighted Moving Average dan sebagainya.  Supaya lebih sederhana, dalam bahasan kita ini, kita hanya menggunakan metode Simple Moving Average (SMA).

Sekarang, kita akan memilih periode yang kita gunakan. Pada dasarnya, kita bebas aja sih… menentukan periode berapapun yang kita gunakan. Dalam contoh analisis berikut, saya akan menggunakan chart dengan time frame (pengolompokan data) per jam (hourly) dan periode Moving Average yang saya pakai adalah 4 dan 8. Mari kita amati chart berikut: 
 
 

Chart di atas adalah chart untuk pair GBP/USD dengan time frame hourly. Saya memasang 2 SMA: SMA 4 saya beri warna merah, sedangkan SMA 8 saya beri warna biru. Sekarang, perhatikan saat kedua SMA tersebut berpotongan . Apabila SMA 4 memotong SMA 8 dari bawah ke atas, seperti nampak pada titik 1, berarti nilai rata-rata 4 jam terakhir lebih besar dari pada nilai rata-rata 8 jam terakhir. Dengan kata lain, trend dalam 4 jam cenderung naik.  .Dalam kondisi seperti itu, sebaiknya kita melakukan open position: Buy pada titik tersebut (harga ditunjukkan dengan horizontal line sebesar 1.5619). Pada saat SMA 4 memotong SMA 8 dari arah atas ke bawah, seperti nampak pada titik 2, berarti nilai rata-rata 4 jam terakhir lebih kecil dari nilai rata-rata 8 jam terakhir. Dengan kata lain, trend dalam 4 jam terakhir cenderung turun. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya kita close position Buy kita atau bisa juga kita open position: Sell (harga ditunjukkan dengan horizontal line sebesar 1.5690). Posisi Sell bisa kita close saat SMA 4 kembali memotong SMA 3 dari bawah ke atas, seperti nampak pada titik 3. Atau, kita bisa kembali melakukan Open Position: Buy pada titik tersebut (harga ditunjukkan dengan horizontal line sebesar 1.5633). Anda bisa mencoba sendiri pasangan SMA maupun time frame yang lebih sesuai dengan selera . Ada baiknya kita coba dan amati dahulu, untuk menemukan Moving Average yang akan kita jadikan patokan.

Memanfaatkan perpotongan antara 2 Moving Average seperti  yang telah kita bicarakan di atas hanyalah salah satu contoh penggunaan Moving Average . Banyak juga temen-temen trader yang menggunakan informasi dari Moving Average dengan cara yang berbeda. Semua tergantung cara kita mengintepretasikan dan memanfaatkan informasi yang kita dapat dari setiap indikator. Ok, happy learning and trading

AGEA Liverates,market timeline and event calender

Jadwal keuangan hari ini

VideoBar

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.