Senin, 10 Juni 2013

Cara Menggunakan Dan Mengoperasikan Metatrader

 

Menggunakan Dan Mengoperasikan Metatrader

Tampilan Utama Metatrader

Jika anda telah berhasil menginstall aplikasi metatrader, maka anda akan memperoleh tampilan utama standar metatrader seperti dibawah ini. Perhatikan pada nomer-nomer digambar. Dan lihat penjelasan dan fungsinya.

Kamis, 23 Mei 2013

Cara Pending Order


Pending Order Pada MetaTrader 4

Pending Order Pada MetaTrader 4

Untuk membuka transaksi di platform trading MT4 ada dua cara yang bisa dilakukan, Instant Execution/Order dan Pending Order. Perbedaan keduanya adalah jika Instant Order transkasi akan langsung di eksekusi, sedangkan untuk pending order, transaksi tidak langsung di eksekusi, tetapi menunggu sampai pergerakan harga menyentuh harga yang ditentukan.

Tipe Order Instant Execution dan Market Execution

Hari Gini Masih Requote ?

 

Profit Besar Dalam Hitungan Detik

home » Artikel Forex » Forex News Trading – Profit Besar Dalam Hitungan Detik

Forex News Trading – Profit Besar Dalam Hitungan Detik

Forex News Trading – Profit Besar Dalam Hitungan Detik

News trading, sebagian trader mungkin menghindari trade saat ada fundamental news akan di rilis. Trading ketika ada rilis news memang memiliki resiko yang jauh lebih tinggi daripada trade pada waktu normal. Mengapa?
Ketika ada rilis news, sering kali diikuti dengan spike atau loncatan harga yang cukup besar.
Fundamental News dengan kategori Big Impact, bisa menyebabkan spike 30 pips sampai di atas 100 pips hanya dalam hitungan detik. Saat news ini para spekulan harga biasanya memanfaatkan peluang untuk memperoleh profit besar dalam waktu singkat.
Tidak hanya saat fundamental news di rilis, beberapa menit sebelum news biasanya harga juga sudah bergejolak. Oleh karena itu jika tidak ingin loss besar, sebaiknya menjauh dari trade +- 15 menit sebelum waktunya news rilis.
Beberapa trader mungkin punya pemikiran berbeda dengan trader lainya, mereka justru menunggu kapan fundamental news akan dirilis. Mereka hanya trading sewaktu ada news saja, mereka ini biasa disebut sebagai news trader.
Harapan mereka tentu saja bisa profit besar dalam waktu singkat, tanpa harus mengamati chart berjam-jam.

Konsep News Trading

Bagaimana proses rilis data fundamental news?
News Trading MethodPada dasarnya ada dua step yang dilalui dalam rilis news.
Pertama: Forecast data diumumkan untuk dianalisa jauh hari sebelum tanggal rilis news.
Kedua: Aktual data di rilis pada tanggal yang sudah dijadwalkan.
Jika saat news di rilis, aktual data ternyata berbeda cukup signifikan dengan data forecast, disinilah yang memancing reaksi market, sering kali menimbulkan spike yang cukup besar.

Deviasi
Deviasi merupakan perbedaan antara aktual data dengan forecast data. Semakin besar deviasi maka reaksi market juga akan semakin besar, spike harga yang ditimbulkan bisa semakin tinggi.
Ada dua macam deviasi, yaitu deviasi positif dan deviasi negatif. Deviasi positif biasanya berita bagus untuk ekonomi suatu negara, sebaliknya deviasi negatif merupakan indikator menurunnya ekonomi negara tersebut.
Yang perlu diketahui bahwa news positif belum tentu akan membuat mata uang tersebut menguat, begitu pula news negatif belum tentu membuat mata uang melemah. Semua tergantung respon pasar karena harga saat news adalah harga spekulasi sesaat .
Fakta ini yang membuat trading news menjadi tidak mudah.

Metode Dalam News Trading

 News Trader biasanya tidak lama menahan posisi open, bisa hanya beberapa menit terkadang malahan hanya beberapa detik sudah close posisi.
1. Spike Trading
Trade dilakukan sesaat setelah data di rilis. Metode ini membutuhkan ketenangan, timing yang tepat dan kecepatan reaksi.
Yang jadi permasalahan untuk metode spike tading adalah biasannya sering terjadi requote harga karena pergerakan harga sedang sangat cepat. Terutama untuk market maker broker dengan tipe order Instant Execution.
News Trading Panic Attack
2. Trade After Spike
Metode news trading ini sedikit membutuhkan kesabaran. Ketika terjadi spike, tidak beberapa lama biasanya harga akan retrace. Saat retrace inilah trader melakukan order buy atau sell sesuai dengan arah pergerakan spike.
Yang menjadi permasalahan dengan metode ini adalah jika ternyata retrace harga terus berlanjut dan tidak berbalik lagi sesuai arah spike.
Untuk mengadopsi news trading metode ini, trader harus punya pengetahuan tentang news trading secara lebih mendalam dan juga pemahaman tentang teknikal analisis.
3. Straddle Trading
News Trading metode ini dilakukan dengan membuka 2 buah pending order sesaat sebelum rilis news. Dengan kata lain, trader melakukan open buy stop dan sell stop di atas dan dibawah harga saat itu. Jika terjadi spike, salah satu pending order akan tereksekusi, sisa pending order lainnya langsung di remove.

News Trading Software 

Dengan metode ini requote harga tidak begitu menjadi masalah. Masalah timbul jika harga sebelum rilis news sudah berfluktuasi. Bisa jadi pending order sudah tereksekusi sebelum news di rilis.
Untuk itu pemilihan jenis news menjadi sangat penting, news mana yang harganya sudah berflutuasi di awal sebaiknya dihindari.
Alternatifnya menggunakan software khusus news trading, dengan software ini pending order bisa dilakukan secara otomatis beberapa detik sebelum fundamental news di rilis.
Dengan memperpendek waktu antara pending order dengan news data di rilis, jarak antara harga pending order dan harga saat itu bisa sekecil mungkin. Pending order di detik-detik terakhir jauh lebih menguntungkan karena terhindar dari fluktuasi harga sebelum news rilis.
Selain itu software news trading bisa melakukan 2 pending order secara lebih cepat dibandingkan dengan cara manual, software juga bisa melakukan closing ataupun remove pending order secara mandiri.

News Calendar

Beberapa website menyediakan kalender news sehingga mudah bagi kita untuk mengetahui kapan akan ada news. Anda bisa check news schedule di forex factory atau dailyfx, website ini memberikan data schedule news secara lengkap.
Beberapa data penting tentang schedule news antara lain; hari dan tanggal news rilis, jam rilis, news untuk mata uang apa dan seberapa besar efek yang bisa ditimbulkan terhadap harga mata uang.

Rabu, 22 Mei 2013

Belajar Forex Trading 13

Pola grafik tipuan dan konvergen

pola-grafik-tipuan 

Jenis pola penyimpangan yang disebabkan ketamakan dan ketakutan berikutnya yaitu : 
2. Pola Grafik Tipuan
Selain membuka posisi terus terusan atau dalam jumlah besar, wujud ketamakan lain untuk mendapatkan lebih banyak pips yaitu :
- Membuat harga lebih rendah dulu sebelum melakukan buy, dengan cara memancing trader lain melakukan sell. Setelah harga turun ke level yang diharapkan barulah kemudian melakukan buy dalam jumlah besar sehingga harga langsung melesat ke atas dengan cepat karena sebelumnya pun secara normal harga mau naik. Kejadian seperti itu akan membentuk yang namanya pola tipuan turun.
- Membuat harga lebih tinggi dulu sebelum melakukan sell. Caranya sama yaitu memancing trader lain melakukan buy. Setelah harga lebih tinggi barulah kemudian melakukan sell dalam jumlah besar sehingga harga langsung bergerak turun dengan cepat. 
pola tipuan naik pola tipuan turun
Pola tipuan ini bisa dilakukan oleh trader bermodal besar. Walaupun keberadaan trader besar tidak terlalu jelas, tapi menganggapnya ada membuat kita lebih waspada. Karena pada faktanya pola tipuan ini memang sering terjadi.
Yang menarik dari pola tipuan ini adalah bahwa sebelum muncul pola tipuan akan didahului oleh tanda pergerakan awal. Misalnya pada sebelum terjadi kenaikan panjang, sebelum pola tipuan turun muncul, ada titik lembah yang lebih tinggi dari sebelumnya. Ini menunjukan tekanan jual sudah kalah oleh dorongan beli karena tidak mampu membawa harga lebih rendah. Dengan begitu selanjutnya dorongan beli akan mendominasi pasar dan akan mendorong harga naik.
Selain itu pola tipuan ini mudah dikenali dengan ciri setelah muncul candle tipuan, candle berikutnya akan membuat bollingerband tidak melebar. Atau dengan kata lain pola tipuan tidak membuat bollingerband melebar.
Pola akibat ketamakan dan ketakutan yang selanjutnya yaitu :
3. Pola grafik konvergen
Jika pola tipuan biasanya terjadi saat trend sedang mendatar, maka pola konvergen divergen terjadi setelah market menemukan kondisi jenuh.
Modus pola konvergen divergen ini sama dengan pola tipuan yaitu membuat harga lebih rendah dulu baru kemudian membalik arahkannya, atau membuat harga lebih tinggi dulu baru kemudian membalikannya.
Baik konvergen ataupun divergen, pada intinya adalah kejadian dimana bentuk grafik tidak selaras dengan bentuk indikator. Padahal nilai indikator itu dihitung dari nilai-nilai yang ada dalam grafik. Sehingga arah atau bentuk grafik seharusnya sama dengan arah indikator.
Lebih detailnya Konvergen adalah adanya close candle bearish yang lebih rendah dari close candle bearish lembah sebelumnya, namun nilai indikatornya lebih tinggi dari nilai indikator lembah sebelumnya. Jika kedua close candle itu dihubungkan, serta indikator kedua close itu dihubungkan maka akan membentuk 2 garis yang mengerucut.

pola konvergen

Arah grafik selanjutnya setelah terjadi konvergen adalah NAIK .
Divergen adalah adanya close candle bullish yang lebih tinggi dari puncak sebelumnya namun nilai indikatornya lebih rendah dari nilai indicator puncak sebelumnya. Sehingga ketika kedua titik close candle bullish itu dihubungkan, temasuk menghubungkan nilai indikator kedua close itu, maka akan terbentuk 2 garis yang melebar.

pola divergen

Arah grafik selanjutnya setelah terjadi divergen adalah TURUN .
Ada persamaan yang mencolok dari ketiga jenis pola penyimpangan yaitu :
- Candlestick terakhir saat terjadi penyimpangan memiliki badan yang panjang atau lebih panjang dari candle sebelumnya.
- Arah selanjutnya berlawanan dari arah penyimpangan karena market akan kembali ke jalur normalnya.
Sehingga pada saat menganalisa, jika kita menemukan pola normal, maka kita tahu arah harga selanjutnya sesuai alur minat, tapi jika kita melihat pola penyimpangan, kita juga tahu bahwa harga akan segera balik arah.
Dengan begitu titik ujung penyimpangan kita bisa jadikan sebagai titik masuk pasar

Belajar Trading Forex 12

Pola Grafik Ketamakan dan Ketakutan

pola-grafik-ketamakan-ketakutan

Selain kekuatan dari dalam diatas, ada juga kekuatan dari dalam yang bisa membuat market bergerak secara tidak normal sehingga membentuk pola penyimpangan. Kekuatan itu adalah kekuatan ketamakan.
Jenis pola penyimpangan yang disebabkan ketamakan dan ketakutan :
1. Pola Grafik Terjal
Yang dimaksud grafik terjal disini adalah grafik yang seolah berdiri tegak lurus. Padahal untuk mencapai level harga tertentu itu seharusnya pola grafik yang terbentuk adalah miring karena ada batasan periode .
Coba perhatikan , misalnya panjang candle daily kemarian adalah 120 pips. Dalam 1 hari ada 24 jam  sehingga jarak tempuh rata-rata dalam 1 jam itu 5 pips. Jadi kita bisa anggap bahwa kondisi normalnya dalam 1 jam itu harga hanya bergerak sekitar 5 pips saja. Oleh karena itu jika kemudian harga bergerak 100 pips dalam 1 jam maka itu berarti tidak normal. 
grafik bergerak normal grafik bergerak tidak normal
Pola grafik terjal seperti ini terjadi akibat ketamakan yang berlebihan. Yang biasa dilakukan trader tamak hingga menyebabkan grafik terjal itu adalah :
- Melakukan buy terus menerus atau melakukan buy dengan ukuran lot besar ketika posisi buy sebelumnya sedang profit serta pada saat trend naik terlihat jelas sehingga harga bergerak naik dalam waktu cepat membentuk pola terjal naik.
- Melakukan sell terus menerus atau melakukan sell dalam jumlah lot banyak ketika posisi sell sebelumnya sedang profit pada saat trend turun terlihat jelas sehingga harga bergerak turun dalam waktu cepat membentuk pola terjal turun. 
Setelah terbentuknya pola grafik terjal ini secara psikologi akan menimbulkan ketakutan bagi yang telah mendapatkan profit banyak, yaitu takut profit yang telah didapat menjadi hilang jika kemudian harga balik arah. Selain itu mnculnya pola terjal juga menyadarkan sebagian trader bahwa harga telah bergerak secara tidak normal sehingga harga akan segera kembali ke jalur normalnya.
Ketakutan dan kesadaran inilah yang kemudian membuat trader menutup posisinya untuk mengamankan profit yang telah didapat, ataupun membuka posisi baru yang berlawanan arah dengan trend yang terjadi ( counter trend).
Penutupan posisi berarti melakukan aksi yang berlawanan dengan minat sebelumnya. Jika sebelumnya adalah melakukan permintaan pada base currency maka saat ditutup berarti melakukan penawaran base currency, begitu pula sebaliknya. Dengan begitu saat dilakukan penutupan, market akan bergerak berlawanan dengan arah sebelumnya.
Jika ketakutan itu hanya dirasakan oleh sedikit trader, maka jumlah aksi penutupan posisi hanya sedikit sehingga market balik arah dalam jarak yang pendek, pembalikan arah pendek ini untuk selanjutnya kita sebut dengan istilah koreksi.

koreksi oleh penutupan
Tapi jika ketakutan itu berlebihan atau terlalu banyak trader yang merasakannya maka akan ada terlalu banyak penutupan posisi yang bisa membalik arahkan market secara cepat sehingga membentuk pola pemantulan. Begitu pula ketika banyak trader yang sadar market telah keluar jalur normalnya, akan ada banyak pembukaan posisi counter trend sehingga harga memantul.

pemantulan karena penutupan
Wujud lain dari pola terjal adalah formasi gap. Gap atau celah antara satu candlestick dengan candlestick berikutnya yang menunjukan minat besar yang muncul secara seketika sehingga harga langsung loncat, ataupun minat besar yang tersumbat sehingga begitu sumbatan itu terbuka harga langsung meloncat jauh.
Arah selanjutnya setelah terjadi gap tergantung dari posisi gap serta panjang gap itu sendiri.
Pada dasarnya gap ini menunjukan penambahan minat, sehingga selanjutnya harga akan bergerak lurus sesuai gap yang terjadi. Namun jika gap yang terbentuk itu terlalu jauh atau terlalu panjang maka selain membuat banyak trader mendapatkan keuntungan, juga akan membuat grafik bergerak secara tidak wajar sehingga pada akhirnya akan banyak trader yang menutup posisi atau membuka posisi baru yang berlawanan. Tentu saja hal ini membuat harga balik arah.

gap terjal
Jika gap terjadi setelah minat tumbuh, maka penambahan minat bisa dianggap sebagai sebuah hal yang wajar (asal tidak terlalu mendadak ), oleh karenanya setelah terjadi gap diawal minat tumbuh harga akan terus bergerak sesuai arah gap.
gap awal
Yang menjadi tidak wajar adalah jika muncul gap setelah terjadi pelemahan. Sehingga gap ini bisa dianggap sebagai pemaksaan. Setelah terjadi gap seperti ini, harga akan balik arah.
gap pemaksaan
Selanjutnya pada materi seri -7 akan dibahas pola grafik penyimpangan lainnya yaitu pola tipuan dan konvergen divergen

Selasa, 21 Mei 2013

Belajar Trading Forex 10

Pembentuk Pola Grafik

pembentuk-pola-grafik 


Yang menyebabkan grafik bergerak dan memiliki bentuk adalah minat trader. Seandainya alur minat mengalir secara utuh dan normal, maka baik itu trend naik maupun trend turun akan membentuk pola trend normal seperti pada seri-3
Lalu bagaimana seandainya minat itu tidak mengalir secara utuh dari awal sampai akhir? Seperti apa bentuk pola trend nya?
Saat minat mengalir secara normal dan membentuk sebuah pola trend, didalam pola trend itu terdapat pola grafik yang lebih pendek yang memiliki bentuk berbeda akibat perubahan besarnya minat.
Artinya dari awal sampai berakhirnya trend itu memang membentuk sebuah pola grafik trend, namun pola grafik trend itu juga tersusun dari beberapa pola grafik yang berbeda akibat perubahan minat / fase minat. Sehingga bisa dikatakan bahwa trend sebenarnya adalah sebuah rangkaian pola grafik yang memiliki kecenderungan arah yang sama.

pola grafik dalam trend 

Sebaliknya ketika minat tidak mengalir secara normal maka tentu saja pola grafik trend yang terbentuk memiliki bentuk yang berbeda dari pola normalnya, dengan pola grafik penyusunnya yang berbeda pula dari pola grafik penyusun bentukan aliran minat yang normal.
Jadi kalau begitu ternyata ada berbagai bentuk pola grafik ?
Benar. Baik itu karena perubahan minat maupun karena faktor lain. Apa saja faktor itu ? perhatikan gambaran berikut :
Pada awalnya sejak dimulainya pemberlakuan sistem kurs mengambang, yang membentuk pola grafik itu murni dari besarnya permintaan dan penawaran trader untuk memenuhi kebutuhan. Namun seiring perkembangannya dengan banyaknya trader yang melakukan spekulasi untuk mendapatkan keuntungan, akhirnya gerakan grafik seringkali dipengaruhi aksi trader spekulan.
Demi meraih keuntungan atau menjaga keuntungan yang didapat, dalam aksinya tindakan trader spekulan seringkali didasari oleh rasa tamak dan rasa takut. Jika ketakutan dan ketamakan itu terlalu berlebihan maka dampaknya grafik harga akan bergerak secara tidak terkendali.
Jika harga bergerak tidak terkendali, misalnya menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah serta bergerak keluar dari batas kewajaran maka tentu saja hal ini akan merugikan pihak lain yang berkepentingan, contonya adalah Eksportir dan Importir.
Kenapa demikian ?
Kita ambil contoh di Indonesia ada 2 perusahaan yang satu sebagai Importir barang jadi dan yang lainnya eksportir bahan baku. Partner dari kedua perusahaan itu berasal dari luar negeri. Hari ini importir dan eksportir melakukan transaksi senilai $ 1juta dengan masing-masing partnernya yang pembayarannya sepakat dilakukan bulan depan. Dengan kurs saat ini $1 = Rp10.000 , maka nilai barang yang akan diekspor dan diimpor saat ini sekitar Rp. 10 Milyar.
Sebulan kemudian tiba lah waktu untuk pelunasan transaksi. Namun sayangnya dalam rentang waktu sebulan itu nilai kurs berubah drastis .
Misalnya kurs berubah menjadi $1 = Rp 15.000
Nilai dollar yang terlalu tinggi ini tentu akan menguntungkan bagi eksportir yang menerima pembayaran dalam bentuk dollar karena saat $1juta yang diterimanya itu di kurskan menjadi rupiah nilainya menjadi Rp 15 Milyar, artinya eksportir menerima jumlah yang lebih banyak dari nilai transaksi awal.
Tapi nilai dollar yang terlalu tinggi itu merugikan bagi importir yang harus melakukan pembayaran dengan dollar. Importir harus menyediakan rupiah yang lebih banyak (Rp 15 milyar ) agar setara dengan $1 juta. Padahal jika pembayarannya dilakukan bulan lalu importir hanya harus mengeluarkan Rp 10 Milyar saja. Sehingga jika transaksi itu tetap dilakukan maka akan menimbulkan kerugian bagi importir karena barang yang diimpor itu jika dijual didalam negeri nilainya belum tentu mencapai Rp 15 Milyar .
Begitu pula sebaliknya jika kurs berubah dari $1= Rp 10.000,- menjadi $1 = Rp 5000,-
Nilai dolar yang terlalu rendah ini menguntungkan importir yang hanya perlu menyediakan sedikit rupiah ( Rp 5 milyar) untuk membayar senilai $1 juta dollar, tapi nilai dollar yang terlalu rendah itu merugikan eksportir yang hanya menerima sedikit rupiah ( hanya Rp 5 milyar) jika $1 juta yang diterimanya itu ditukarkan menjadi rupiah. Jika transaksi tetap dilakukan tentu akan menimbulkan kerugian bagi eksportir.
Kejadian transaksi ekspor impor seperti itu terjadi juga di negera lain, jadi bisa dibayangkan ada bayak sekali perusahaan didunia ini yang melakukan pembayaran seperti itu sehingga masing-masing pihak akan berusaha menjaga agar nilai mata uang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, termasuk oleh pemerintah untuk melindungi kepentingan warganya.
Penjagaan itu dilakukan agar nilai tukar mata uang berada pada rentang harga yang disepakati dan bisa diterima sebagai harga wajar oleh masing-masing pihak agar sama-sama saling menguntungkan atau sama sama tidak dirugikan.
Nilai sisi atas dan sisi bawah dari rentang harga yang disepakati inilah yang kemudian menjadi batas wajar harga yang bisa ditoleransi yang kemudian membatasi gerakan market sehingga membentuk pola grafik yang lain. Dengan dijaganya harga untuk tetap berada pada rentang tertentu maka setiap kali harga mencoba keluar dari batas tersebut, harga akan dikembalikan ke dalam rentang wajarnya.
Kejadian harga yang terus kembali ke rentang wajarnya ini akan terus terjadi sampai ada kejadian yang benar-benar memaksa level batas itu boleh ditembus. Misalnya karena tanggal jatuh tempo pembayaran sudah tiba yang jika tidak dibayar justru akan menimbulkan kerugian yang lebih besar akibat dikenakan denda atau bunga yang nilainya lebih besar dari pada kerugian yang harus ditanggung akibat selisih kurs .
Pada saat seperti itu walaupun harga sudah berada diluar batas, harga akan terus bergerak menjauhi batas karena kekuatan minat yang terlalu besar akibat keterpaksaan itu. Dari hal ini kita bisa melihat lagi bahwa minat lah yang kembali berperan menggerakan grafik dan membentuk pola grafik yang lain.
Dari gambaran diatas kita bisa melihat bahwa yang membuat grafik memiliki bentuk pola itu bukan hanya permintaan dan penawaran saja, melainkan juga rasa takut, rasa tamak serta batas harga yang dijaga.
Sehingga pada intinya grafik memiliki bentuk pola yang berbeda itu disebabkan oleh :
1. Kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran yang berasal dari minat
2. Ketakutan dan ketamakan trader
3. Batas- batas yang menjaga harga tetap wajar
Kekuatan permintaan dan penawaran serta ketakutan dan ketamakan pada dasarnya akan membuat harga bergerak lurus, Batas-batas harga akan membelokkan gerakan harga. Jadi kemana arah harga selanjutnya ditentukan oleh kekuatan permintaan/penawaran dan ada tidaknya ketakutan/ketamakan, serta kuat tidaknya pembatas harga itu memantulkan harga.
Oleh karenanya dalam menentukan arah harga selanjutnya kita lihat kekuatan yang ada didalam pola grafik itu sendiri, lalu perhitungkan pembatas yang ada didepannya.
Pada bab selanjutnya kita akan mengenali pola grafik akibat besar kecilnya kekuatan  serta pola grafik akibat kuat lemahnya pembatas harga.

Belajar Trading Forex 11

Pola Grafik Minat Normal

pola-grafik-minat-normal 
Besar kecilnya kekuatan yang ada dalam grafik (kekuatan minat /ketakutan/ketamakan) mempengaruhi cepat lambatnya grafik bergerak serta panjang pendeknya jarak tempuh grafik. Jika kita kaitkan dengan kelengkungan pola, maka pada trend naik jenis pola grafiknya digolongkan menjadi : 

alur minat buy
1. Pola grafik mulai naik
Pola ini ditunjukan dengan adanya pembesaran badan candlestick dari candlestick sebelumnya pada trend yang relatif datar. Gerakan harga saat mulai naik ini masih lambat namun sudah menunjukan tanda-tanda akan bergerak cepat. Jarak tempuh pola mulai naik ini pendek karena biasanya pada saat trend mendatar dibagian atas dan bawahnya ada pembatas harga.
pola mulai naik
2. Pola grafik melengkung keatas
Pola ini pola ini ditunjukan dengan badan candlestick yang panjang dan semakin panjang pada candle berikutnya seolah market bergerak cepat. Sehingga jika titik- titik candlesticknya disambungkan akan membentuk lengkungan keatas. Jarak tempuh pola ini jauh karena biasanya pola ini terjadi setelah berhasil menembus pembatas. Kita tahu bahwa secara logika yang bisa menembus batas itu hanyalah pola grafik yang memiliki kekuatan besar didalamnya.

Pola melengkung keatas

3. Pola grafik miring keatas
Pola ini ditunjukan dengan candlestick panjang yang panjangnya hampir sama dengan candlestick sebelumnya sehingga jika unsur candlestick itu dihubungkan akan terlihat kurva miring dengan sudut kemiringan sekitar 45-60 derajat. Gerakan market pada pola ini cepat dan stabil namun jarak tempuh selanjutnya dari pola ini tidak terlalu jauh karena secara psikologi pola miring ini menunjukan kemampuan untuk terus bergerak namun mulai disertai ketidakyakinan . 

Pola miring keatas 

4. Pola grafik melandai keatas
Pola ini ditunjukkan dengan panjang badan candlestick yang semakin jadi lebih pendek dari candlestick sebelumnya sehingga jika unsur candlesticknya dihubungkan akan membentuk kurva melandai ( mendekati mendatar). Gerakan harga pada pola mulai melambat sehingga jarak tempuh selanjutnya dari pola ini pendek karena secara alami pemendekan badan candle ini adalah akibat minat yang mulai habis. Sehingga jika diteruskan maka minat itu habis dan berakhir dengan pola yang mendatar. 
pola melandai keatas
5. Pola grafik mendatar
Pola ini ditunjukan dengan bentuk candlestick yang pendek serta arahnya sering bolak balik, sehingga jika unsur candlesticknya dihubungkan membentuk kurva yang relatif datar. Pada kondisi ini gerakan market sangat lambat bahkan cenderung tidak bergerak. Jarak tempuh selanjutnya dari pola ini ditentukan oleh kemunculan minat yang baru yang akan membuat market kembali bergerak.

pola mendatar

Untuk pola grafik pada trend turun, bentuknya hampir sama dengan ke -5 pola trend naik diatas namun arahnya saja yang berbeda yaitu turun. 
Kelima pola grafik diatas dibentuk oleh kekuatan permintaan/penawaran yang mengarahkan market bergerak secara normal sesuai dengan alur minat. Dengan demikian jika saat ini muncul salah satu bentuk pola grafik diatas, bentuk pola grafik selanjutnya akan mengikuti alur kekuatan minat yang ada didalamnya.

Rabu, 15 Mei 2013

Belajar Trading Forex 9


Menghitung Pivot Point Dan Pivot Range Trading

Cara menghitung Pivot Point, hal pertama yang akan Anda pelajari ialah bagaimana menghitung tingkat titik pivot. Titik pivot yang terkait dengan tingkat support dan resistance dihitung dengan menggunakan pada harga open, high, low, dan close. Karena forex adalah pasar yang selalu berputar selama 24-jam, sebagian besar para trader menggunakan waktu pada penutupan sesi New York dihari sebelumnya.

Perhitungan untuk titik pivot ialah sebagai berikut :
Pivot Point  (PP) = High + Low + Clos / 3 Support dan resistance yang kemudian dihitung dari pivot point seperti : Support dan Resistance pertama :
Resistance Pertama (R1) = 2 x PP - Low
Support Pertama (S1) = 2 x PP - High Support dan Resistance kedua

Resistance Kedua (R2)
= PP + (High - Low)
Support Kedua (S2) = PP - (High - Low) Support dan Resistance ketiga

Resistance Ketiga (R3)
= high + 2 (PP – Low)
Support Ketiga (S3) = Low – 2 (High – PP)

PP - twsp2 - StarFish

Apabila anda membenci suatu penghitungan aljabar, anda tidak perlu takut harus melakukan perhitungan ini secara sendiri. MT4 indicator telah secara otomatis akan melakukan hal ini untuk memudahkan anda dalam menggunakannya.

Pivot Range Trading
Cara yang paling mudah untuk menggunakan level pivot point ialah dengan menggunakan Support dan resistance biasa. Sama seperti support dan resistance, dimana harga akan menguji level tersebut berulang kali. Sekarang mari kita perhatikan sebuah contoh. Berikut dimana sebuah chart GBP/USD yang menggunakan time frame 15m.

PP GU 15M

Pada tabel diatas, anda bisa melihat harga yang menguji tingkat dukungan S1. Jika anda berpikir harga akan memantul, yang dapat anda lakukan adalah buy dan kemudian menempatkan stop loss pada tingkat support berikutnya. Namun jika anda konservatif, anda dapat menempatkan stop loss tepat dibawah S2. Apabila harga mencapai S2, kemungkinan tidak akan balik kembali, baik S1 dan S2 bisa menjadi sebuah resistance level. Jika anda sedikit lebih agresif dan yakin bahwa support di S1 akan tembus, anda dapat menempatkan stop loss anda tepat dibawah S1.

Adapun untuk menempatkan take profit, anda bisa menempatkan Take Profit pada  Pivot Point atau R1, yang juga dapat memberikan semacam resistance. Mari kita lihat apa yang terjadi jika anda melakukan buy.


 PP End - twps2 - StarFish

Sepertinya S1 memang sebagai support! Apa lagi, jika anda telah memasang Take Profit pada Pivot Point. Tentu saja tidak selalu sederhana seperti itu. Sebaiknya anda tidak mengandalkan hanya pada tingkat titik pivot. Melainkan anda juga dapat menggabungkan analisa Candle dan jenis-jenis indikator lainnya untuk membantu dalam memberikan suatu konfirmasi sebelum memasuki pasar.

Misalnya, jika anda melihat bahwa doji sudah terbentuk diatas S1, atau bahwa stokastik mengindikasikan kondisi oversold, maka kemungkinan  S1 akan menjadi support. Terakhir, anda juga harus sangat memahami bahwa terkadang, harga hanya akan menembus pada semua tingkat seperti bagaimana Roger Federer melakukan kompetisi diWimbledon. Apa yang akan anda lakukan ketika hal tersebut terjadi ? apakah akan terus menahan order anda dan hanya bisa menonton account anda berkurang ? atau anda akan mengambil keuntungan dan mendapatkan kembali beberapa pips ?

Belajar Trading Forex 8


Mengenal Pivot Breakout

Seperti pada artikel yang sebelumnya, pada Pivot Breakout, saya menggunakan pivot poin untuk trading range yang akan bekerja, tetapi tidak setiap saat. Pada tingkat pivot level yang tembus, anda harus memiliki beberapa indikator agar siap dalam mengambil suatu keuntungan dari situasi tersebut. Seperti yang telah saya uraikan kepada anda sebelumnya, dimana terdapat dua cara utama untuk menentukan trading breakout : cara agresif atau cara yang aman. Hanya saja selalu ingat bahwa jika Anda mengambil cara yang aman, yang berarti menunggu harga mengetes support dan resistance beberapa kali, Anda mungkin terlambat.

Mari kita lihat pada gambar dibawah ini untuk melihat potensi perdagangan menggunakan pivot points. Berikut adalah chart 15m dari EUR/USD.

PPB - twps2 - StarFish 
 
Pada gambar diatas kita dapat melihat pair EUR/USD yang mana sedang menunjukkan trend naik sepanjang hari. Kita melihat bahwa EUR/USD dibuka oleh gapping diatas titik pivot. Dimana Harga naik sebelum berhenti pada R1. Akhirnya, R1 mampu dilewati dan harga melompat sebesar 50 pips. Apabila anda telah mengambil langkah agresif, anda akan menghasilkan banyak pips. Sedangkan pada sisi lain, jika anda mengambil cara yang aman dan menunggu tes ulang kembali pada R1, anda pasti akan sedih, karena Harga tidak akan mengetest ulang setelah menembus R1. Bahkan, hal yang sama terjadi pada R1 dan R2.

Sekaran coba anda perhatikan bagaimana EUR/USD sedang berusaha naik sampai R3 (Bulls). Namun, jika anda telah mengambil metode agresif, anda akan terperangkap dalam breakout palsu, karena harga gagal untuk mempertahankan breakout awal. Namun disi lain, anda akan mendapatkan harga pada akhirnya menerobos R3. Perhatikan bagaimana tes ulang dari garis resistance yang telah tembus, dan juga amati bagaimana ketika harga melakukan balik arah dan naik lagi hingga R3. Ada kesempatan untuk sell pada tes ulang dari harga yang memantul dari R3 tersebut. Perlu untuk anda diingat, ketika tingkat support terlampaui, mereka biasanya berubah menjadi sebuah resistance level.

Penempatan Stop Loss dan Take Profit Melalui Breakout
Salah satu hal yang amat sulit dalam trading breakout ialah memilih tempat untuk menempatkan stop loss. Mari kita kembali ke chart EUR/USD untuk melihat dimana anda dapat menempatkan stop loss anda. Sedangkan untuk pengaturan target take profit, anda sebaiknya menempatkan pada pivot level yang selanjutnya. Hal ini sangat jarang terjadi dimana bahwa harga akan menembus dan melewati semua tingkatan pivot point, kecuali dimana terdapat sebuah peristiwa ekonomi yang besar atau berita yang mengejutkan keluar.

Mari kita kembali kepada gambar chart EUR/USD untuk melihat dimana anda akan menempatkan stop loss dan take profit.

Stop Loss - twps2 - StarFish

Pada contoh kali ini, dimana anda setelah melihat harga yang mampu menembus R1, anda akan mengatur stop loss tepat dibawah R1. Jika anda percaya bahwa harga akan terus naik, anda bisa menjaga posisi dan memindahkan stop secara manual untuk melihat apakah harga akan terus merangkak naik. Dalam hal ini, anda harus menggunakan pengetahuan anda mengenai support dan resistance, chart pattern, dan indikator momentum untuk membantu anda memberikan sinyal yang lebih kuat.

Belajar Trading Forex 7


Lagi dan Lagi: Tentang Stop Loss

Kalo ada temen trader mengeluh, “wadduuhh… MC (lagi) deh…” Tanggapan saya cuma satu, “Pasti gak pake SL (lagi) kan?” Halahh… kenapa juga gak kapok-kapok ya? Udah tahu kalo trading tanpa SL itu selalu berujung pada MC, kok ya masih ngeyel juga… Ampyun dah… . Masalah SL ini memang selalu jadi masalah yang lumayan ribet, terutama bagi temen-temen trader yang relatif baru. Memang sih… trading tanpa SL “keliatannya” gak pernah salah posisi. Iya… memang gak pernah salah posisi kok… lah sekalinya kita mengakui salah posisi kan kalo account dah almarhum… hihihi . Saya gak bosen-bosennya ngingetin untuk temen-temen trader baru, “ayolah… selalu pasang SL” Bukannya saya seneng kalo liat posisi mereka pada kesabet SL.

Beneran… saya gak bosen ngingetin temen-temen untuk selalu memasang SL cuma karena satu alasan: just because I luv U guys… hihihi.. . Lebay yah? . Tapi beneran kok… sejujurnya, saya suka sedih melihat temen-temen trader yang berguguran karena kapok kena MC . Gara-garanya? Sebagian besar…  ya itu tadi… trading gak pake SL. Ok deh… anggap aja kita dah kapok trading tanpa SL dan sudah sepakat untuk memasang SL .

Masalah berikutnya adalah: berapa sih SL yang tepat? Yuks mari kita cari formula yang tepat untuk menentukan SL ini . Kata beberapa mastah forex sih, ada beberapa patokan yang bisa kita pake dalam menentukan SL. Mari kita coba simak satu per satu:

Menggunakan Patokan Parabolic SAR Anda bisa menggunakan patokan titik parabolic SAR di awal trend untuk menetukan SL. Atau… ada juga saran untuk memasang SL 10 points di atas/di bawah price candle untuk posisi short/long. Jika anda merasa SL yang didapatkan dari cara ini terlalu jauh dari harga sekarang, berarti anda “terlambat”  masuk ke market . Anda bisa gunakan alternatif cara yang lain .

Menggunakan Patokan High-Low Harian Anda bisa menentukan SL dengan menggunakan nilai high-low sehari sebelumnya. Pasang SL di 10 points di atas high untuk posisi short dan 10 points di bawah low untuk posisi long.

Menggunakan Bollinger Bands Anda juga bisa menggunakan Bollinger Bands sebagai dasar penentuan SL dengan patokan: pasang SL di 10 points di atas upper band untuk posisi short dan 10 points di bawah lower band untuk posisi long.

Menggunakan Dasar Elliot Wave Theory Jika anda menggunakan Elliot Wave Theory untuk menganalisis market, maka:
  • Tempatkan SL 10 points di bawah titik terendah dari wave ke-2  di bullish trend jika anda mengambil posisi long di wave ke-3
  • Tempatkan SL 10 pips di bawah titik terendah dari wave ke- 4 jika anda mengambil posisi long di wave ke-5
  • Tempatkan SL tepat di atas/bawah titik puncak/dasar lembah dari wave sebelumnya ketika anda melakukan short/long berdasarkan pada A-B-C correctional waves.
Ok, cara-cara di atas mungkin bisa anda gunakan sebagai patokan-patokan dasar. Anda bisa memilih dan menyesuaikannya dengan trading system yang anda gunakan . Oya, perlu saya tambahkan, patokan manapun yang anda pilih… pastikan bahwa SL terletak pada nilai dimana “anda sanggup kehilangan” . Ingatlah… bagaimanapun, lebih baik kita loss 20 pips sebanyak 10 kali daripada sekali loss tapi borongan 500 pips, atau malahan MC . So? Lagi dan lagi: Jangan lupa pasang SL yah… . supaya anda gak cepet nyusul para “mantan” trader yang pensiun dini gara-gara kapok keseringan MC

Belajar Trading Forex 6

Menggunakan Moving Average sebagai Dasar Menentukan Open Position

Kali ini kita akan bahas mengenai bagaimana menggunakan Moving Average sebagai dasar untuk menentukan kapan kita sebaiknya masuk (open position) dan juga kapan kita sebaiknya keluar pasar (close position).

Mengapa Moving Average? Yah, sebenarnya banyak sekali sih…  dasar analisis yang bisa kita pakai untuk pedoman dalam bertrading. Moving Average hanya salah satu dari banyak sekali indikator yang biasa digunakan dalam analisis teknikal forex. Penggunaan atau bagaimana kita menterjemahkan Moving Average-pun bisa jadi berbeda-beda antara satu trader dengan trader yang lain . Apa yang akan saya sampaikan ini hanyalah salah satu teknik memanfaatkan informasi yang kita dapat dari Moving Average.

Ok. Pertama,  kita sebaiknya paham dulu apa dan bagaimana Moving Average itu . Apa sih Moving Average? Mmm...  saya rasa, saya gak perlu deh… kasih rumus-rumus di sini… dari pada belum apa-apa sudah bikin pusing…  hihihi . Yang jelas perlu dipahami adalah: Moving Average ini menghitung nilai rata-rata bergerak dari sejumlah data tertentu. Metoda menghitung nilai rata-rata bergerak ini pun bermacam-macam cara dan formula nya sehingga kita mengenal ada metoda Simple Moving Average, Exponential Moving Average, Linear Weighted Moving Average dan sebagainya.  Supaya lebih sederhana, dalam bahasan kita ini, kita hanya menggunakan metode Simple Moving Average (SMA).

Sekarang, kita akan memilih periode yang kita gunakan. Pada dasarnya, kita bebas aja sih… menentukan periode berapapun yang kita gunakan. Dalam contoh analisis berikut, saya akan menggunakan chart dengan time frame (pengolompokan data) per jam (hourly) dan periode Moving Average yang saya pakai adalah 4 dan 8. Mari kita amati chart berikut: 
 
 

Chart di atas adalah chart untuk pair GBP/USD dengan time frame hourly. Saya memasang 2 SMA: SMA 4 saya beri warna merah, sedangkan SMA 8 saya beri warna biru. Sekarang, perhatikan saat kedua SMA tersebut berpotongan . Apabila SMA 4 memotong SMA 8 dari bawah ke atas, seperti nampak pada titik 1, berarti nilai rata-rata 4 jam terakhir lebih besar dari pada nilai rata-rata 8 jam terakhir. Dengan kata lain, trend dalam 4 jam cenderung naik.  .Dalam kondisi seperti itu, sebaiknya kita melakukan open position: Buy pada titik tersebut (harga ditunjukkan dengan horizontal line sebesar 1.5619). Pada saat SMA 4 memotong SMA 8 dari arah atas ke bawah, seperti nampak pada titik 2, berarti nilai rata-rata 4 jam terakhir lebih kecil dari nilai rata-rata 8 jam terakhir. Dengan kata lain, trend dalam 4 jam terakhir cenderung turun. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya kita close position Buy kita atau bisa juga kita open position: Sell (harga ditunjukkan dengan horizontal line sebesar 1.5690). Posisi Sell bisa kita close saat SMA 4 kembali memotong SMA 3 dari bawah ke atas, seperti nampak pada titik 3. Atau, kita bisa kembali melakukan Open Position: Buy pada titik tersebut (harga ditunjukkan dengan horizontal line sebesar 1.5633). Anda bisa mencoba sendiri pasangan SMA maupun time frame yang lebih sesuai dengan selera . Ada baiknya kita coba dan amati dahulu, untuk menemukan Moving Average yang akan kita jadikan patokan.

Memanfaatkan perpotongan antara 2 Moving Average seperti  yang telah kita bicarakan di atas hanyalah salah satu contoh penggunaan Moving Average . Banyak juga temen-temen trader yang menggunakan informasi dari Moving Average dengan cara yang berbeda. Semua tergantung cara kita mengintepretasikan dan memanfaatkan informasi yang kita dapat dari setiap indikator. Ok, happy learning and trading

Belajar Trading Forex 5

Pedoman Dasar 'Membaca' Chart

Kemampuan membaca chart adalah kemampuan dasar seorang trader. Sangat jarang trader yang trading hanya dengan melihat deretan angka dalam bentuk tabel. Iya sih… karena pada dasarnya chart memang dibuat untuk mempermudah kita melihat pola pergerakan harga yang terjadi. Terus terang saya sendiri kurang suka (dan kurang bisa membayangkan naik-turunnya) kalo cuma liat angka bid/ask yang berubah-ubah tiap detik itu . Jadi, membaca chart menurut saya adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang trader. Ok, sebelum kita membahas tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca chart, perlu kita ulangi tentang dasar pemahaman pairs dalam forex trading. Dalam forex trading, mata uang diperdagangkan dalam pasangan (pair).

Misalnya EUR/USD dimana EURO di sini disebut sebagai base currency dan USD sebagai terms currency. Jika di chart di perlihatkan harga pair EUR/USD misalnya 1.2300, berarti 1 EURO adalah seharga 1.2300 USD. Sedangkan quantity yang anda perdagangkan menunjukkan jumlag base currency yang anda perdagangkan. Jadi misalnya anda buy EUR/USD sebanyak 100,000 quantity, artinya anda bertransaksi (membeli) 100,00 EUROs. Saya yakin anda sudah memahami dasar-dasar forex termasuk hal di atas. Penjelasan di atas memang sekedar mengulang. Mohon maaf apabila anda jadi bosen. Bukan maksud hati loh… . Just make sure aja bahwa anda bener-bener sudah paham akan hal sederhana ini. Hehehe…


Ok deh… sekarang kita lanjutkan tentang bahasan mengenai bagaimana dasar-dasar cara membaca chart . Ada beberapa hal yang perlu kita pahami dalam membaca chart:

Hal pertama, berhubungan dengan pemahaman akan trend. Begini, apabila anda melakukan open position Buy, berarti untuk mendapatkan profit dari transaksi tersebut anda mengharapkan chart untuk naik bukan? Dengan kata lain, trend yang bakalan menguntungkan bagi anda adalah up trend. Nah, mengharapkan terjadinya up trend di sini berarti anda mengharapkan nilai base currency menguat terhadap term currency. Jadi, apabila anda mengambil posisi Buy di pair EUR/USD, berarti anda menganggap (mengharapkan) EURO akan menguat terhadap USD. Apabila anda trading berdasarkan analisis fundamental, pastikan bagaimana pengaruh yang diharapkan dari news tersebut terhadap penguatan/pelemahan nilai mata uang yang bersangkutan dengan news tersebut sebelum mengambil posisi.

Hal kedua, perhatikan time frame dari chart tersebut. Ingatlah, berbeda time frame bisa menimbulkan intepretasi yang berbeda terhadap pergerakan pair yang sama di waktu yang sama. Jadi, sesuaikan time frame chart anda dengan trading system yang anda pakai.

Hal ketiga, berkaitan dengan spread (perbedaan bid/offer) Sebagian besar chart memperlihatkan harga bid. Ingatlah bahwa ada perbedaan antara harga bid dan offer. Apabila anda melakukan transaksi Buy, berarti anda membeli dengan harga offer. Dan apabila anda menjual, anda akan dikenakan harga bid yang tentunya lebih rendah daripada harga offer. Hal ini berlaku juga pada saat anda menentukan nilai SL dan TP. Mm… , saya pernah melakukan kesalahan kecil yang lumayan memalukan berkaitan dengan perbedaan bid/offer ini . Gara-gara saya hanya melihat harga yang tercantum di chart, saya sempet kesel karena merasa harusnya posisi saya udah ter-closed karena di chart saya melihat TP sudah tersentuh. Terus terang saya “lupa” memperhitungkan spreadnya .  Wah malu banged deh… xixixi...

Hal keempat, berkaitan dengan waktu (jam). Ini terutama apabila anda trading berdasarkan news. Pastikan anda menyesuaikan waktu yang tercantum di chart anda dengan waktu yang berlaku di mana anda berada. Biasanya jadwal news di dasarkan pada GMT. Nah, anda perlu menyesuaikan jadwal tersebut dengan waktu lokal anda. Ok deh… Hal-hal di atas adalah dasar-dasar yang perlu anda pahami dalam membaca chart. Tentu untuk selanjutnya anda bisa memasang indikator sesuai dengan selera anda untuk membantu mendapatkan informasi tambahan dari chart yang menari-nari di hadapan anda itu . Nah, selamat berkomunikasi dengan chart. Believe me, it’s fun . Eh, tapi jangan sampe lupa makan, tidur dan istirahat yaa…  Hehehe…

Selasa, 14 Mei 2013

Memahami dan Memanfaatkan Korelasi Antara 2 Pairs

Memahami dan Memanfaatkan Korelasi Antara 2 Pairs

Seperti yang kita ketahui, dalam forex trading kita memperdagangkan mata uang dalam pairs (pasangan). Harga antar satu pair dan pair yang lainnya, terutama pairs dengan komponen mata uang yang sama, tentunya mempunyai korelasi (hubungan) yang relatif erat antara satu dengan yang lain. Contohnya: pair EUR/USD tentunya mempunyai hubungan dengan pair GBP/USD. Demikian juga  pair GBP/USD berhubungan dengan pair GBP/JPY.

Memahami korelasi (hubungan) antara 2 pairs dapat kita menfaatkan untuk beberapa hal, misalnya untuk mendukung analisis ataupun juga bisa menjadi alternatif kita untuk melakukan hedging terhadap satu posisi di suatu pair dengan menggunakan pair lain yang “bersaudara”. Nilai korelasi secara umum berkisar antara -1 dan 1. Korelasi -1 berarti kedua pairs tersebut memiliki hubungan negatif sempurna. Artinya pair tersebut bergerak dengan arah yang selalu berlawanan. Apabila salah satunya naik, maka satunya akan turun. Korelasi 1 berarti kedua pairs tersebut memiliki hubungan yang positif sempurna. Artinya pair tersebut bergerak dengan arah yang selalu sama.

Apabila satu pair naik, pair yang lain juga akan naik. Korelasi positif tetapi kurang dari 1 berati kedua pairs cenderung (tergantung nilai korelasinya) bergerak ke arah yang sama, sedangkan korelasi negatif > -1 berarti bahwa kedua pairs cenderung (tergantung nilai korelasinya) bergerak dalam arah yang berlawanan. Banyak temen trader yang biasa melakukan trade di pairs yang memiliki korelasi yang kuat, baik itu korelasi positif maupun negatif. Hal ini sesungguhnya untuk mempermudah dalam melakukan pengamatan maupun analisis dan keputusan buy/sell pada akhirnya. Pairs yang paling sering di trade-kan berbarengan adalah EUR/USD dan GBP/USD. Kedua pairs ini memiliki korelasi yang positif dan relatif tinggi. Kecenderungan apabila pair EUR/USD bergerak naik, maka pair GBP/USD juga bergerak naik.  Karena sifat korelasinya yang relatif tinggi ini, banyak trader yang memperdagangkan kedua pairs ini secara bersamaan.

Umumnya mereka mengambil posisi yang sama di kedua pairs ini. Misalnya buy di EUR/USD dan buy di GBP/USD. Pair “bersaudara” yang mempunyai korelasi tinggi seperti ini bisa digunakan juga apabila kita ingin melakukan hedging, tetapi tidak di pair yang sama. Pemahaman korelasi antara dua pairs di jangka waktu yang berbeda juga bisa dijadikan patokan untuk pengambilan posisi Buy/Sell. Analoginya adalah sebagai berikut:  kecepatan lambat sebuah mobil karena suatu kemacetan lalu lintas di jalan bebas hambatan tidak selalu menunjukkan bahwa kecepatan rata-rata setiap mobil akan sama. Korelasi antar pair biasanya bersifat dinamis dan berubah setiap saat. Kita bisa mengamati korelasi beberapa hari terakhir dan membandingkannya dengan nilai korelasi dalam jangka panjang, katakanlah masa satu tahun. Jika nilai jangka pendek jauh berbeda dari nilai jangka panjang, mungkin itu berarti kesempatan untuk mengambil posisi.

Katakanlah bahwa pasangan mata uang A dan B memiliki nilai korelasi 0,98 selama masa setahun. Ini berarti kedua pairs bergerak dalam arah yang sama, ketika pair A bergerak naik, pair B juga bergerak dengan kecepatan yang sama. Nah, jika kita melihat bahwa dalam satu bulan atau satu minggu ini nilai korelasi dari pasangan mata uang A dan B turun menjadi  0,10 yang berarti bergerak ke arah yang sama tetapi dengan kecepatan yang berbeda. Jadi apa yang kita lakukan?  Lihatlah mana pair yang lambat dan lakukan buy.

Gambarannya,  katakanlah dua mobil bergerak ke arah tujuan yang sama, satu bergerak pada 100 km / jam dan satu lagi di 10 mil / jam dan kita mengassumsikan bahwa pada akhirnya kedua mungkin  akan mencapai kecepatan (kecepatan serupa), maka kita akan “menaiki” mobil yang lebih lambat dan mengambil untung dari pergerakannya “mengejar” mobil yang sudah mendahului. Melakukan trading dengan dasar dinamika korelasi dua pairs seperti di atas memang butuh ketelatenan tersendiri sih… Yah, tapi setidaknya bisa menjadi alternatif dasar pengambilan keputusan kita dalam ber-trading. Happy trading  


Minggu, 12 Mei 2013

Belajar Tradine 4 dan Waktu yang Tepat Untuk Trading

Buy Sell Forex

Transaksi forex dilakukan dengan cara Buy atau Sell lalu melikuidasinya. 
Anda mau tahu tentang apa itu Buy atau Sell ?
Open BUY atau biasa disebut Long adalah posisi di mana seorang trader membeli suatu mata uang pada harga tertentu dan bertujuan untuk menjualnya kemudian pada harga yang lebih tinggi. Jadi investor tersebut mendapatkan keuntungan dari market yang naik. Misalnya anda membeli di posisi 1.1500 kemudian menjual di 1.1525 maka anda akan mendapatkan keuntungan sebanyak 25 poin/pips.

LONG atau open BUY  mengharapkan harga pasangan mata uang (pair) NAIK agar profit. Contoh : Long (BUY) eur/usd maka anda mengharapkan grafik eur/usd adalah NAIK . Jika ternyata benar naik , maka anda mendapat untung .
Naiknya harga suatu pair juga bisa diartikan bahwa mata uang di Depan pair tersebut menguat terhadap mata uang di Belakang pair tersebut. Contoh : Grafik harga Pair eur/usd NAIK maka artinya euro menguat terhadap usd.
Harga yang digunakan sewaktu OPEN BUY / LONG adalah harga beli (ASK) dan harga yang digunakan waktu anda menutup/liquid adalah harga jual (BID).
Untuk mempermudah biasanya Posisi LONG seringkali disingkat BUY




Open SELL atau biasa disebut Short adalah posisi di mana seorang trader menjual suatu mata uang pada harga tertentu dan bertujuan untuk membeli kemudian pada harga yang lebih rendah. Jadi investor tersebut mendapatkan keuntungan dari market yang turun (grafik pair turun).
Posisi SHORT atau open SELL ini mengharapkan harga pasangan mata uang (pair) TURUN agar profit. Contoh : Short (SELL) eur/usd maka anda mengharapkan grafik eur/usd adalah TURUN atau euro melemah terhadap usd.
Turunnya harga suatu pair juga bisa anda artikan mata uang di DEPAN pair tersebut melemah terhadap mata uang di belakang pair tersebut. Contoh : Grafik harga Pair eur/usd TURUN maka artinya euro melemah terhadap usd.
Harga yang digunakan sewaktu OPEN SELL / SHORT adalah harga jual (BID) dan harga yang digunakan waktu anda menutup/liquid adalah harga beli (ASK).
Untuk mempermudah selanjutnya  Posisi SHORT disingkat menjadi SELL




Bagi kita warga indonesia , secara instan BUY = Beli  dan SELL = jual. Jadi jika kita melihat grafik harga suatu pair akan naik , maka kita lakukan BUY . Ketika harga sudah tinggi kita bisa menutup posisi itu . Maka kita mendapatkan profit .
Begitu pula sebaliknya , ketika kita melihat grafik suatu pair akan menurun , yang kita lakukan adalah SELL  Setelah harga sudah rendah, kita tutup posisi SELL tadi , maka kita untung .

Waktu Untuk Trading:
Dimulai saat Senin dini hari waktu di belahan NZ/AU sampai dengan Sabtu dini hari di belahan waktu US(new york). Dan tutup total di hari Minggu.

Waktu pembukaan dan penutupan pasar di beberapa pusat perdagangan :

  • Time Zone           New York       GMT           GMT+7 Jakarta(IND)     Indonesia
  • Tokyo Open           7:00 pm           0:00              07:00                                 07.00 wib
  • Tokyo Close           4:00 am           9:00              16:00                                 16.00 wib
  • London Open         3:00 am           8:00              15:00                                 13.00 wib
  • London Close       12:00 pm         17:00              24:00                                 22.00 wib
  • New York Open     8:00 am         13:00              20:00                                 20.30 wib
  • New York Close     5:00 pm         22:00              05:00 (esoknya)                 10.30 wib.
  • New zealand & Australia jam                                                           05.00 – 14.00 wib

Dengan mengetahui jam perdagangan ini kita menjadi tahu bahwa untuk meraih banyak profit kita harus mentransaksikan mata uang dari suatu negara yang pusat perdagangannya sedangg aktif. Artinya jika mau mentransaksikan AUD maka waktunya adalah pagi hari , JPY di siang hari , EUR dan GBP di sore hari dan USD di malam hari .

Belajar Trading 3

Cara membuka posisi open buy

Transaksi forex itu ada 2 jenis yaitu transaksi buka posisi (open )dan transaksi tutup posisi (Close).
Saat buka posisi pilihannya ada 2 yaitu BUY dan SELL  . Buy artinya beli , dan Sell artinya jual .Jadi trading forex itu :   BUY lalu Close atau  SELL lalu Close

Cara melakukannya adalah:
Jika anda BUY  kemudian harga  NAIK     lalu anda CLOSE , maka anda   UNTUNG 
Jika anda BUY  kemudian harga  TURUN  lalu anda CLOSE , maka anda   RUGI
Jika anda SELL kemudian harga  TURUN  lalu anda CLOSE , maka anda   UNTUNG
Jika anda SELL kemudian harga  NAIK     lalu anda  CLOSE, maka anda   RUGI

Sehingga, jika harga mau Naik silahkan anda buka posisi BUY . Serta jika harga mau Turun silahkan anda buka posisi SELL .
Selanjutnya setelah transaksi yang dibuka tersebut hasilnya profit, maka yang harus anda lakukan adalah Tutup Posisi ( Close) 
Cara membuka posisi : Klik kanan pada area metatrader yang kososng, pilih Trading, Pilih New Order, lalu pilih BUY atau SELL
Cara Menutup posisi : Klik Kanan nomor transaksi posisi yang sudah dibuka, lalu pilih Close / Likuidasi

Transaksi forex itu dilakukan di metatrader, jadi silahkan anda login terlebih dulu ke metatrader menggunakan nomor account dan password serta pilihan server sesuai saat membuat account forex.

Cara login ke metatrader, klik Menu File ( dikiri atas) , lalu pilih Login, kemudian masukan nomor account dan passwordnya.
Berikut ini gambaran cara melakukan transaksi forex membuka posisi BUY lalu menutupnya. Mengenai cara membuka posisi SELL itu hampir mirip dengan membuka posisi BUY.
Dalam trading forex sebelum melakukan transaksi sebaiknya melakukan analisa dulu harga mau naik atau mau turun . Cara nya bisa dengan analisa teknikal (silahkan pelajari analisa teknikal ). 
Berikut ini langkah langkah membuka posisi open buy:

1. Lakukan analisa . Perkirakan grafik harga mau naik atau mau turun.

Pada gambar dibawah ini kita melihat bahwa posisi candle terakhir membentuk Hammer dan terjadi pada kondisi jenuh jual / oversold . Dari sini kita bisa prediksikan bahwa harga akan balik arah naik . 

trading forex 01

 2. Setelah dipastikan prediksinya naik, kita ambil keputusan untuk membuka posisi buy . Caranya klik kanan pada area chart yang kosong . Pada pilihan paling atas yaitu “Trading ” sorot lalu klik ” New Order ” .

trading forex 02

 3. Setelah jendela order terbuka , atur settingan order kita :
- Symbol : adalah jenis mata uang yang akan ditransaksikan
- Volume : banyaknya jumlah yang akan ditransaksikan
- Stop loss: sebaiknya biarkan kosong . Jika ingin menggunakannya bisa melalui modify order
- Take profit : Juga biarkan kosong dulu
- Type : Pilih instant execution , karena kita melakukan pembelian langsung dan bukan pending order.
Lalu klik tombol ” Buy “

trading forex 03


 4. Jika order berhasil di eksekusi ,muncul jendela konfirmasi lalu klik ” OK “

trading forex 04


5. Setelah itu akan muncul pada chart garis hijau yang menandakan harga pembelian 

trading forex 4a


6. Setelah beberapa saat , ternyata benar bahwa grafik bergerak naik . artinya prediksi kita benar. Pada bagian terminal ( bawah ) kita bisa melihat berapa floating profit atau profit mengambang transaksi kita .

trading forex 05


 7. Jika merasa profit sudah mencapai target yang diinginkan , supaya menjadi riil profit , maka kita harus menutup posisi kita. Caranya klik kanan pada nomor ID order , lalu pilih “Close Order “

trading forex 06


 8. Selanjutnya pada jendela konfirmasi yang muncul klik ” Close”

trading forex 07


 9. Klik “OK ” untuk konfirmasi penutupan

trading forex 08


10. Jika order berhasil di tutup , maka garis hijau pada grafik akan menghilang , dan kita bisa melihat hasil nya profit yang didapatkan pada menu history transaksi di bagian terminal .

trading forex 09

 Itulah cara menbuka posisi open buy pada forex trading

AGEA Liverates,market timeline and event calender

Jadwal keuangan hari ini

VideoBar

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.